MANAJEMEN
KEUANGAN
BOND YIELD PLUS RISK PREMIUM

Kelompok 6:
1. Rizka
Nur Windasari (14080694009)
2. Azizah
Defi
Indriani (14080694017)
3. Muhammad
Afif (14080694029)
4. Augy
Ladyana F. (14080694055)
5. Agus
Purnomo (14080694091)
6. Salsabila
Syahyidati (14080694101)
7. Siti Nurkhasanah (14080694035)
S1
AKUNTANSI 2014 A
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
NEGERI SURABAYA
2014/2015
Cost of Capital
Cost
of Capital atau dapat dikenal dengan biaya modal yaitu adalah suatu biaya nyata
atau riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan demi untuk mendapatkan dan
memperoleh dana yang digunakan untuk mendanai investasi yang dilakukan oleh
perusahaan atau juga bisa digunakan untuk mendanai biaya operasional
perusahaan. Dimana dana tersebut dapat diperoleh dari berbagai macam sumber
bisa diperoleh melalui hutang, saham preferen, saham biasa, maupun laba
ditahan.
Tujuan
dari penentuan besarnya biaya modal yang dilakukan oleh perusahaan adalah
supaya perusahaan dapat mengetahui seberapa banyak biaya riil atau nyata yang
harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendanai investasi dan mendanai biaya
operasional perusahaan itu sendiri. Selain itu untuk memaksimalisasikan nilai
perusahaan dengan cara meminimumkan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh
perusahaan termasuk biaya modal. Keputusan penganggaran modal didapatkan
melalui esttimasi penentuan besarnya biaya modal yang dilakukan oleh suatu
perusahaan. Keputusan-keputusan penting seperting leasing dan modal kerja
lainnya juga memerlukan estimasi penentuan besarnya biaya modal yang dilakukan
oleh suatu perusahaan.
Biaya
modal individual yaitu adalah biaya modal yang dapat dihitung berdasarkan biaya
untuk masing-masing sumber dana. Jika perusahaan menggunakan biaya modal dari
berbagai sumber modal yang ada maka biaya modal yang dihitung adalah biaya
modal rata-rata tertimbang dari seluruh modal yang digunakan oleh perusahaan.
Dimana biaya rata-rata tertimbang ini dapat kita kenal dengan sebutan Weight
Average Cost of Capital (WACC). Konsep dari biaya modal ini erat kaitannya
dengan konsep keuntungan yang di isyaratkan. Kalau dilihat dari konsep
keuntungan yang di isyaratkan ini dapat dibedakan jadi 2 pihak yakni antara
pihak Investor dan Perusahaan.
Cost
of retained earning yaitu adalah biaya modal yang terbentuk apabila laba yang
ditahan oleh perusahaan dijadikan atau digunakan untuk reinvestasi pada
perusahaan yang bersangkutan. Yang dimana biaya modal tersebut mengikuti tingkat
keuntungan investasi atau rate of return yang telah diisyaratkan pada pihak
investor.
Komponen
biaya modal itu sendiri terbagi menjadi 3 macam yakni :
Biaya Modal Individual
Biaya modal hutang
jangka pendek merupakan hutang yang jangka
pengembaliannya pendek yaitu kurang dari 1 tahun. Yang termasuk dalam hutang
jangka pendek ini yaitu adalah hutang dagang, hutang gaji,hutang wesel,dll.
Untuk menghitung biaya modal dari hutang jangka pendek ini digunakan rumus : rd At = rd BT(1-T)
Keterangan :
Rd At = Biaya
Hutang jangka pendek setelah pajak
Rd Bt = Biaya
Hutang jangka pendek sebelum pajak sebesar tingkat bunga hutang
T = Tingkat pajak
Biaya modal hutang
jangka panjang merupakan hutang yang jangka
pengembaliannya panjang yakni jangka pengembaliannya lebih dari 1 tahun. Yang
termasuk hutang panjang yaitu adalah hutang bank,hutang obligasi,hutang
hipotik,dll. Untuk menghitung besarnya biaya modal yang berasal dari hutang
jangka panjang ini digunakan rumus :
(N+Nb)/2
Keterangan :
I = Bunga hutang jangka panjang satu
tahun dalam rupiah
N = Harga nominal atau nilai obligasi
pada akhir umurnya
Nb = Nilai bersih penjualan obligasi
n = Umur obligasi
Biaya
modal saham preferen yaitu adalah Biaya riil yang harus dibayarkan oleh
perusahaan apabila modal perusahaan tersebut diperoleh oleh perusahaan dengan
cara menjual saham preferen. Saham preferen ini mengandung hutang karena
perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan deviden secara periodik.Rumus : rps =
Dps /P0
Keterangan :
rps = Biaya saham preferen
Dps = Deviden saham preferen
P0 = Harga saham preferen saat ini (Harga
Proses)
Biaya
modal saham biasa dan laba ditahan yaitu adalah biaya modal yang diperoleh
dari perusahaan dari laba yang ditahan. Dimana laba yang ditahan oleh
perusahaan ini dijadika investasi kembali untuk modal perusahaan. Rumus : rs = D1 / P0 + g
Keterangan :
rs = Biaya modal ekuitas
D1 = Deviden saham yang diharapkan pada
tahun pertama
P0 = Harga saham saat ini
g = Tingkat pertumbuhan
Untuk menghitung biaya modal perusahaan
dapat dilakukan dengan tiga model pendekatan. Pendekatan Model Diskonto Dividen
(Dividen discount model),Pendekatan CAPM (Capital Asset Pricing Model),
Pendekatan Bond Yield Plus Risk Premium.
1.
Pendekatan Model Diskonto Dividen
Jika dividen bertumbuh konstan maka gunakan rumus :
Po = Do(1+g)/Ks
-g
2.
Pendekatan
CAPM
Ks = Krf +
(Km-Krf)bi
Keterangan :
Ks = Tingkat keuntungan yang diisyaratkan
pada saham perusahaan
Krf = risk free rate/ bunga bebas resiko
Km = Tingkat keuntungan portofolio pasar
bi = Beta saham perusahaan
3. Pendekatan
Bond Yield Plus Risk Premium
Membeli saham biasa pada umumnya lebih berisiko
daripada membeli obligasi yang memberikan penghasilan yang tetap dan relatif
pasti. Oleh karena itu investor yang membeli saham biasa mengharapkan suatu
premi risiko diatas tingkat keuntungan obligasi. Premi risiko ini besarnya tergantung
pada kondisi perusahaan dan kondisi perekonomian.
Pendekatan Bon Yield plus Risk Premium adalah metode lain yang bisa kita
gunakan untuk menentukan nilai aset, khususnya, ekuitas publik perusahaan. BYPRP
memungkinkan kita untuk memperkirakan tingkat pengembalian yang diminta pada
ekuitas dengan menambahkan premi risiko ekuitas untuk yield to maturity pada
utang jangka panjang perusahaan.
Sederhananya, hasil pada obligasi
adalah tingkat pengembalian yang diterima dari investasi. Dalam pendekatan
BYPRP, kita menggunakan bond yield untuk
jatuh tempo, yang merupakan tingkat diskonto dimana jumlah dari semua arus kas
masa depan dari obligasi ( pembayaran kupon dan pembayaran pokok ) adalah sama
dengan harga obligasi . Ini juga disebut sebagai internal rate of return ( IRR
).
Pada dasarnya Premi risiko ekuitas menyatakan bahwa saham diharapkan untuk menerima lebih dari suku bunga bebas risiko. Sejarah premi risiko ekuitas normal untuk semua ekuitas telah lebih dari 6%. Secara umum, premi risiko ekuitas akan menjadi antara 5% dan 7%. Memperkirakan nilai ekuitas menggunakan bond yield ditambah risiko pendekatan premium memiliki kekurangan. Kami hanya dapat memanfaatkan pendekatan BYPRP jika entitas telah diperdagangkan utang publik, dan tidak menghasilkan seakurat perkiraan sebagai capital asset pricing model atau diskon analisis arus kas. Selain itu, perkiraan premi risiko ekuitas dapat sangat tidak akurat, sementara juga bervariasi liar tergantung pada model yang digunakan. Ini bisa sangat sulit untuk mendapatkan perkiraan akurat dari premi risiko pada ekuitas, memiliki durasi sekitar 50 tahun, dengan menggunakan tingkat bebas risiko dari durasi pendek.
Berikut cara perhitungan menggunakan pendekatan BYPRP :
Ks = tingkat
keuntungan obligasi perusahaan + premi resiko
•
Investor menetapkan premi risiko saham biasa >
tingkat keuntungan obligasi, karena pada umumnya saham biasa lebih berisiko
daripada obligasi yang memiliki pendapatan tetap dan pasti. Besarnya Premi
risiko tergantung pada kondisi perusahaan dan perekonomian.
•
Contoh: YTM suatu obligasi adalah 12% dan premi risiko
untuk saham biasa perusahaan tersebut adalah 5%. Maka:
Ks = 12% + 5% = 17%
Biaya
Modal Keseluruhan
Biaya
modal keseluruhan ini yaitu adalah biaya yang memperhitungkan seluruh biaya
yang didasarkan atas modal yang digunakan oleh perusahaan. Biaya modal secara
keseluruhan ini bermanfaat bagi usulan untuk investasi di jangka panjang.
Dengan kata lain jika perusahaan berinvestasi maka harus membandingkan terlebih
dahulu antara besarnya biaya modal yang harus dikeluarkan dengan keuntungan yang
akan diperoleh masa mendatang. Biaya modal yang diperoleh oleh perusahaan dapat
diperoleh dari berbagai sumber dana maka dari itu untuk menghitung biaya modal
terrsebut secara keseluruhan maka perlu dihitung biaya modal rata-rata
tertimbangnya (WACC). Rumus :
WACC = wdrd(1-T) + wpsrps + wcers
Keterangan :
W : proporsi
masing-masing dari jenis modal yang digunakan
r : biaya modal masing-masing dari jenis modal
digunakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar