Kamis, 22 September 2016

MANAJEMEN KEUANGAN - BOND YIELD PLUS RISK PREMIUM

MANAJEMEN KEUANGAN
BOND YIELD PLUS RISK PREMIUM









Kelompok 6:
1.     Rizka Nur Windasari                    (14080694009)
2.     Azizah Defi Indriani           (14080694017)
3.     Muhammad Afif                 (14080694029)
4.     Augy Ladyana F.                (14080694055)
5.     Agus Purnomo                             (14080694091)
6.     Salsabila Syahyidati           (14080694101)
7.     Siti Nurkhasanah                (14080694035)



S1 AKUNTANSI 2014 A
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2014/2015


Cost of Capital
Cost of Capital atau dapat dikenal dengan biaya modal yaitu adalah suatu biaya nyata atau riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan demi untuk mendapatkan dan memperoleh dana yang digunakan untuk mendanai investasi yang dilakukan oleh perusahaan atau juga bisa digunakan untuk mendanai biaya operasional perusahaan. Dimana dana tersebut dapat diperoleh dari berbagai macam sumber bisa diperoleh melalui hutang, saham preferen, saham biasa, maupun laba ditahan.
Tujuan dari penentuan besarnya biaya modal yang dilakukan oleh perusahaan adalah supaya perusahaan dapat mengetahui seberapa banyak biaya riil atau nyata yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendanai investasi dan mendanai biaya operasional perusahaan itu sendiri. Selain itu untuk memaksimalisasikan nilai perusahaan dengan cara meminimumkan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan termasuk biaya modal. Keputusan penganggaran modal didapatkan melalui esttimasi penentuan besarnya biaya modal yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Keputusan-keputusan penting seperting leasing dan modal kerja lainnya juga memerlukan estimasi penentuan besarnya biaya modal yang dilakukan oleh suatu perusahaan.
Biaya modal individual yaitu adalah biaya modal yang dapat dihitung berdasarkan biaya untuk masing-masing sumber dana. Jika perusahaan menggunakan biaya modal dari berbagai sumber modal yang ada maka biaya modal yang dihitung adalah biaya modal rata-rata tertimbang dari seluruh modal yang digunakan oleh perusahaan. Dimana biaya rata-rata tertimbang ini dapat kita kenal dengan sebutan Weight Average Cost of Capital (WACC). Konsep dari biaya modal ini erat kaitannya dengan konsep keuntungan yang di isyaratkan. Kalau dilihat dari konsep keuntungan yang di isyaratkan ini dapat dibedakan jadi 2 pihak yakni antara pihak Investor dan Perusahaan.
Cost of retained earning yaitu adalah biaya modal yang terbentuk apabila laba yang ditahan oleh perusahaan dijadikan atau digunakan untuk reinvestasi pada perusahaan yang bersangkutan. Yang dimana biaya modal tersebut mengikuti tingkat keuntungan investasi atau rate of return yang telah diisyaratkan pada pihak investor.
Komponen biaya modal itu sendiri terbagi menjadi 3 macam yakni :
*      Debt (Hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang)
*      Preferred (Saham Preferen)
*      Common Equity (Saham biasa dan laba ditahan)
Biaya Modal Individual
Biaya modal hutang jangka pendek merupakan hutang yang jangka pengembaliannya pendek yaitu kurang dari 1 tahun. Yang termasuk dalam hutang jangka pendek ini yaitu adalah hutang dagang, hutang gaji,hutang wesel,dll. Untuk menghitung biaya modal dari hutang jangka pendek ini digunakan rumus : rd At = rd BT(1-T)
Keterangan :
Rd At = Biaya Hutang jangka pendek setelah pajak
Rd Bt = Biaya Hutang jangka pendek sebelum pajak sebesar tingkat bunga hutang
T       = Tingkat pajak
Biaya modal hutang jangka panjang merupakan hutang yang jangka pengembaliannya panjang yakni jangka pengembaliannya lebih dari 1 tahun. Yang termasuk hutang panjang yaitu adalah hutang bank,hutang obligasi,hutang hipotik,dll. Untuk menghitung besarnya biaya modal yang berasal dari hutang jangka panjang ini digunakan rumus :
rd =     I +(N-Nb)/n
              (N+Nb)/2
Keterangan :
I           = Bunga hutang jangka panjang satu tahun dalam rupiah
N         = Harga nominal atau nilai obligasi pada akhir umurnya
Nb       = Nilai bersih penjualan obligasi
n          = Umur obligasi
            Biaya modal saham preferen yaitu adalah Biaya riil yang harus dibayarkan oleh perusahaan apabila modal perusahaan tersebut diperoleh oleh perusahaan dengan cara menjual saham preferen. Saham preferen ini mengandung hutang karena perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan deviden secara periodik.Rumus : rps =  Dps /P0
Keterangan :
rps       = Biaya saham preferen
Dps      = Deviden saham preferen
P0        = Harga saham preferen saat ini (Harga Proses)
            Biaya modal saham biasa dan laba ditahan yaitu adalah biaya modal yang diperoleh dari perusahaan dari laba yang ditahan. Dimana laba yang ditahan oleh perusahaan ini dijadika investasi kembali untuk modal perusahaan. Rumus : rs = D1 / P0 + g
Keterangan :
rs         = Biaya modal ekuitas
D1       = Deviden saham yang diharapkan pada tahun pertama
P0        = Harga saham saat ini
g          = Tingkat pertumbuhan
            Untuk menghitung biaya modal perusahaan dapat dilakukan dengan tiga model pendekatan. Pendekatan Model Diskonto Dividen (Dividen discount model),Pendekatan CAPM (Capital Asset Pricing Model), Pendekatan Bond Yield Plus Risk Premium.
1.     Pendekatan Model Diskonto Dividen


Jika dividen bertumbuh konstan maka gunakan rumus :
Po = Do(1+g)/Ks -g
2.     Pendekatan CAPM
Ks = Krf + (Km-Krf)bi
Keterangan :
Ks        = Tingkat keuntungan yang diisyaratkan pada saham perusahaan
Krf      = risk free rate/ bunga bebas resiko
Km      = Tingkat keuntungan portofolio pasar
bi         = Beta saham perusahaan
3.    Pendekatan Bond Yield Plus Risk Premium
Membeli saham biasa pada umumnya lebih berisiko daripada membeli obligasi yang memberikan penghasilan yang tetap dan relatif pasti. Oleh karena itu investor yang membeli saham biasa mengharapkan suatu premi risiko diatas tingkat keuntungan obligasi. Premi risiko ini besarnya tergantung pada kondisi perusahaan dan kondisi perekonomian.
Pendekatan Bon Yield plus Risk Premium adalah metode lain yang bisa kita gunakan untuk menentukan nilai aset, khususnya, ekuitas publik perusahaan. BYPRP memungkinkan kita untuk memperkirakan tingkat pengembalian yang diminta pada ekuitas dengan menambahkan premi risiko ekuitas untuk yield to maturity pada utang jangka panjang perusahaan.
Sederhananya, hasil pada obligasi adalah tingkat pengembalian yang diterima dari investasi. Dalam pendekatan BYPRP, kita menggunakan bond yield untuk jatuh tempo, yang merupakan tingkat diskonto dimana jumlah dari semua arus kas masa depan dari obligasi ( pembayaran kupon dan pembayaran pokok ) adalah sama dengan harga obligasi . Ini juga disebut sebagai internal rate of return ( IRR ).
               Pada dasarnya Premi risiko ekuitas menyatakan bahwa saham diharapkan untuk menerima lebih dari suku bunga bebas risiko. Sejarah premi risiko ekuitas normal untuk semua ekuitas telah lebih dari 6%. Secara umum, premi risiko ekuitas akan menjadi antara 5% dan 7%.  Memperkirakan nilai ekuitas menggunakan bond yield ditambah risiko pendekatan premium memiliki kekurangan. Kami hanya dapat memanfaatkan pendekatan BYPRP jika entitas telah diperdagangkan utang publik, dan tidak menghasilkan seakurat perkiraan sebagai capital asset pricing model atau diskon analisis arus kas. Selain itu, perkiraan premi risiko ekuitas dapat sangat tidak akurat, sementara juga bervariasi liar tergantung pada model yang digunakan. Ini bisa sangat sulit untuk mendapatkan perkiraan akurat dari premi risiko pada ekuitas, memiliki durasi sekitar 50 tahun, dengan menggunakan tingkat bebas risiko dari durasi pendek.
 
Berikut cara perhitungan menggunakan pendekatan BYPRP :
Ks = tingkat keuntungan obligasi perusahaan + premi resiko
          Investor menetapkan premi risiko saham biasa > tingkat keuntungan obligasi, karena pada umumnya saham biasa lebih berisiko daripada obligasi yang memiliki pendapatan tetap dan pasti. Besarnya Premi risiko tergantung pada kondisi perusahaan dan perekonomian.
          Contoh: YTM suatu obligasi adalah 12% dan premi risiko untuk saham biasa perusahaan tersebut adalah 5%. Maka:
Ks = 12% + 5% = 17%

Biaya Modal Keseluruhan
Biaya modal keseluruhan ini yaitu adalah biaya yang memperhitungkan seluruh biaya yang didasarkan atas modal yang digunakan oleh perusahaan. Biaya modal secara keseluruhan ini bermanfaat bagi usulan untuk investasi di jangka panjang. Dengan kata lain jika perusahaan berinvestasi maka harus membandingkan terlebih dahulu antara besarnya biaya modal yang harus dikeluarkan dengan keuntungan yang akan diperoleh masa mendatang. Biaya modal yang diperoleh oleh perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber dana maka dari itu untuk menghitung biaya modal terrsebut secara keseluruhan maka perlu dihitung biaya modal rata-rata tertimbangnya (WACC). Rumus :
WACC       = wdrd(1-T) + wpsrps + wcers

Keterangan :
W : proporsi masing-masing dari jenis modal yang digunakan

r   : biaya modal masing-masing dari jenis modal digunakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar